Mengapa Allah memberi Rezeki kepada setiap Manusia secara Berbeda-beda ?

Setiap orang berbeda-beda, Ada yg jika di beri rezeki banyak, akan membawa nya kepada kejahatan. karena nya Allah menghentikan kran rezeki nya. ini adalah Rahmat dan kasih sayang Allah kepada nya. sebalik nya, ada yg di buka kran rezeki nya, sebab jika ia hidup melarat harta akan membawa nya kepada kejahatan. Allah memberi rezeki kepada nya, karena dengan rezeki itu ia dapat memanfa’atkan nya dan membawa nya ke Syurga.

Kedua orang tersebut di atas sama-sama beriman. karena nya tindakan Allah kepada nya lah suatu Rahmat kepada hamba-Nya yg beriman. Apapun yg di berikan oleh-Nya, kita wajib mengucap “Alhamdulillah”.

Firman Allah :

“Kami jelaskan yg demikian itu, supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yg luput dari kamu. dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yg di berikan-Nya kepada mu. dan Allah tidak menyukai setiap orang yg sombong lagi membanggakan diri” (Qs. Al-hadid : 23)

Setiap orang mukmin harus punya perasaan dan keyakinan bahwa Allah adalah pemimpin mereka baik di dunia dan di akhirat. setiap mukimin harus punya jiwa yg jauh dari gelisah, risau, putus asa, yg mendorong nya kepada perbuatan nekad.

Apa arti Hakiki dari Bertawakal ?

Orang yg beriman mempunyai hati dan organ tubuh nya yg apabila organ-organ tubuh nya lelah, maka hati nya bertawakal. Allah menghendaki dengan ciptaan nya agar seluruh organ tubuh nya bekerja sedang hati nya bertawakal kepada Allah SWT. apabila ada yg berpendapat, bahwa tawakal itu ialah berdiam diri, bertopang dagu, meninggalkan kerja dan kemudian Allah yg memberi Rezeqi, orang itu adalah pembohong tawakal.

Berbeda tawakal nya burung dengan tawakal nya manusia. burung terbang dan kembali ke sarang anak nya dengan membawa makanan, burung tidak di haruskan mengolah tanah atau bercocok tanam. burung mendapat rezeqi hanya berupa kebutuhan makanan nya saja. Lalu terbang kembali ke sarang nya.

Kepada orang yg bermacam ragam pendapat nya tentang keyakinan dan taqwa. lalu menjadikan tawakal sebagai ganti kerja, upaya dan usaha, maka kita persilahkan menghadapi hidangan makanan di hadapan nya. Apakah dengan bertawakal (menurut paham nya) makanan itu melompat sendiri masuk ke mulut nya tanpa harus mengulurkan tangan untuk mengambil nya ?

Hubungan Islam dan Kristen

Agama Islam memuliakan Nabi Isa bin Maryam dan menolak segala macam tuduhan keji yg menghina Maryam, ibu Nabi Isa.

Islam menyambut para ahlul kitab dari kaum Nasrani dengan hormat, penuh toleran, aman dan damai. kedua nya termasuk agama samawi (langit), yaitu bertemu nya ajaran dari langit kepada umat yg di bumi.

Ketika agama Islam pertama lahir, di sekitar nya terdapat dua kekuatan raksasa, kekuatan barat dengan kerajaan Romawi yg kristen dan kekuatan timur dengan kerajaan persia yg majusi kafir (penyembah dan pemuja api serta berhala).

Rasullulah lebih simpati kepada Romawi. hati nya lebih dekat kepada kristen, karena mereka Ahlul kitab ketimbang persia yg majusi.

Pernah terjadi perang dahsyat antara Romawi dan Persia. Romawi kalah. Rasullulah dan segenap umat islam sedih dan berduka cita. Kaum nasrani tetap tidak mengakui Muhammad SAW sebagai nabi dan Rasul. Tetapi Rasullulah SAW tetap sayang pada mereka, sebab mereka beriman kepada Allah. disini beda nya dengan Majusi yg menolak untuk mengakui Tuhan Allah. Fanatisme dan simpati Rasullulah SAW, semata-mata karena Allah saja. sesuai Firman-Nya :

“Alif laam miim. telah di kalahkan bangsa Romawi. di negeri terdekat, dan mereka sesudah di kalahkan itu akan menang. dalam beberapa tahun lagi. bagi Allah lah sebelum dan sesudah (mereka menang) itu bergembira lah orang-orang yg beriman. Karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yg di kehendaki-Nya. dan Dia lah yg Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.” (Qs. Ar-rum : 1-5).

Manusia Berwenang Memilih

Nabi Sulaiman di beri Allah SWT suatu kerajaan yg belum pernah di berikan kepada siapa pun, baik sebelum beliau menjadi Nabi atau sesudah nya dan sampai masa mendatang. Nabi sulaiman atas kehendak-Nya bisa memaksa apa saja dan siapa saja. Beliau punya segala potensi alam. bisa menguasai angin, punya tentara dari manusia dan jin, yg siap melawan siapa saja kekuatan di dunia.

Ketika beliau mengutus ke kerajaan SABA, kepada ratu Balqies meminta agar ia masuk islam, beliau tidak memakai kekerasan. Ratu punya kekuatan perang yg hebat, tetapi ratu memilih menyerah dan masuk Islam.

Allah tidak menghendaki Ratu Balqies masuk Islam dengan paksaan. Allah menghendaki dengan kerelaan nya sendiri. Jika Allah memaksa dengan kekuatan lewat Nabi Sulaiman, gampang saja. Allah juga bisa memaksa seluruh umat manusia untuk beriman dengan paksaan dan menyelesaikan segala sengketa dengan paksaan pula. Kewenangan yg di berikan itu yg membedakan manusia dengan makhluk-makhluk lain nya.

Firman Allah :

“Jika Kami mengehendaki niscaya Kami menurunkan kepada mereka mu’jizat dari langit, maka senantiasa kuduk-kuduk mereka tunduk kepada-Nya. ” (Qs. Asy-syu’ara : 4).

Tingkatan Keimanan Seseorang

Derajat keimanan seseorang berbeda-beda, tergantung dari frekuensi ibadah nya. dari tinggi rendah volume ibadah nya.

Firman Allah :

“Sesungguh nya orang yg paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yg bertaqwa di antara kamu” (Qs. Al-hujurat : 13)

Dari ayat itu di jelaskan, bahwa ada yg mulia dan yg paling mulia. ada tingkatan nya. tentu saja, yg paling tinggi tingkatan nya adalah nabi. Nabi-nabi adalah ma’sum (Dilindungi) dari perbuatan dosa.

Orang yg mengamalkan keimanan nya ada yg mencapai drajat taqwa dan paling bertaqwa. mulia dan paling mulia. terus meningkat kadar (drajat keimanan nya, sampai setingkat dengan para nabi). puncak dari orang-orang yg beriman adalah nabi, dan para nabi yg paling tinggi adalah Muhammad Saw.

Mengukur keimanan yg benar dan kuat setelah melalui ujian Allah SWT. Keimanan kuat akan di uji berat, keimanan yg lemah di uji ringan. Besar nya pahala yg di peroleh manusia tergantung dari besar kecil nya ujian itu.

Para nabi mendapat ujian yg begitu berat. terberat adalah nabi  Muhammad.

Manusia sebagai Khalifah

Manusia sebagai khalifah di bumi adalah untuk mengerjakan tugas yg sudah di tetapkan, yaitu menjalankan sunah-sunah-Nya. Manusia tidak membuat apa yg di buat Allah, manusia hanya bisa mengembangkan saja. sebagai contoh :

Seorang petani menanami lahan, tanaman tumbuh, lalu kita tanyakan kepada petani itu : “Apakah dia yg menarik tanaman itu dari akar sehingga naiak dan menjadi besar ?” tentu jawaban nya : Tidak !. petani mencangkul tanah dan meletakan bibit, kemudian menyirami dengan air. di pelihara lahan bibit tanaman saban hari, tapi dia tidak tahu apa proses yg terjadi antara bibit itu dengan lahan. Dia hanya tahu bahwa bibit nya menjadi tanaman dan berkembang subur. sang petanai menanam itu di lahan milik Allah, dengan air milik Allah dan kekuatan serta kemampuan yg Allah berikan kepada nya.

Untuk menyadarkan manusia akan status dan kebesaran-Nya, Allah berfirman :

“Maka apakah kamu memperhatikan apa yg kamu tanam ? kamukah yg menumbuhkan ataukah kami yg menumbuhkan nya ?” (Qs. Al-waqiah : 63-64)

Manusia hanya menanam dan mengolah, yg menumbuhkan Allah. Apabila manusia yakin kalau dia yg menumbuhkan, maka coba buat bibit yg bukan bibit dari Allah. kemudia tanam di tanah yg bukan milik Allah. sirang dengan air yg bukan dari Allah. jika anda bisa melakukan itu semua, berarti anda betul-betul yg menumbuhkan nya.

Di beri nya manusia pangan secara teratur, lalu jangan mengira kalau makanan yg di makan nya itu semata-mata dari tanaman usaha nya.

Firman nya :

“Kalau kami kehendaki, pastilah kami jadikan dia kering dan hancur, maka jadilah kamu heran tercengang.”

Kita kaji tentang persoalan kehidupan. Maka kita akan sepakat mengatakan bahwa tidak ada satu makhluk pun yg dapat hidup abadi.

Sudah keputusan Allah, bahwa yg nama nya makhluk akan mati.

Firman nya :

“Kami telah menentukan kematian di antara kamu, dan kami sekali-kali tidak bisa di kalahkan” (Qs. Al-waqi’ah : 60)

Apa tujuan utama beribadah ?

Tujuan utama beribadah ialah “Taqwa”

Firman Allah :

“Hai manusia, sembahlah Tuhan mu yg telah menciptakan mu dan orang-orang sebelum mu, agar kamu bertaqwa” (Qs. Al-baqarah : 21)

Orang yg bertaqwa akan selalu mengikuti sifat-sifat Nya. ia akan terhindar dari gangguan kehidupan, goncangan jiwa, dan apa saja yg bertalian dengan benda. itu artinya bahwa ia telah benar-benar beribadah kepada Allah.

Manusia di beri sarana oleh-Nya. diberi bumi untuk tinggal dan beribadah kepada-Nya. Allah memberi kewajiban-kewajiban. Karena nya Allah meminta hak agar manusia beribadah kepada-Nya dengan tujuan, agar manusia dapat terhindar dari pengalaman buruk yg merugikan nya di dunia dan dari siksa Neraka di akherat.

Tuntutan Iman dan Ilmu Pengetahuan

Yang di tuntut oleh iman ialah persoalan-persoalan gaib. segala apa yg bisa di lihat oleh mata, bukanlah persoalan gaib. dalam persoalan gaib, pertanyaan nya di mulai dengan bagaimana, bukan mengapa. jika pertanyaan nya di mulai dengan bagaimana, permasalahan nya mengandung percobaan dan pembuktian.

Contoh : air mengandung dua zat hidrogen dan oksigen. pertanyaan secara ilmiah yg tepat adalah bagaimana terdapat nya, dan bukan mengapa air di ciptakan seperti itu.

Ketika Nabi Ibrahim berkata :

“Ya Tuhan, perlihatkanlah kepadaku, bagaimana Engkau menghidupkan orang mati.”

Allah berfirman :

“Apakah kamu belum percaya ? “

Ibrahim menjawab : “Saya percaya, tetapi agar bertambah tetap hati saya ” (Qs. Al-baqarah : 260)

Ketika Nabi Musa berkata :

“Ya Tuhan ku, nampakanlah diri Engkau kepada ku agar aku dapat melihat Engkau.”

Allah berfirman :

“Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku” (Qs. Al-a’raaf : 143)

Siksa Kubur

Siksa kubur memang benar ada. yaitu dengan di perlihatkan kepada mayit dalam kubur nya, apa-apa yg akan di alami kelak dari siksa neraka.

Allah menjelaskan betapa siksa yg di alami fir’aun dalam kehidupan alam kubru atau alam barzah.

Firman Allah :

“Kepada mereka di nampakan neraka pagi dan petang, dan pada hari kiamat di perintahkan kepada malaikat : “Masukanlah fir’aun dan kaum nya ke dalam azab yg sangat keras. ” (Qs. Al-mukmin : 46)

Hadits-hadits Rasullulah juga menerangkan tentang siksa kubur, diantara nya tanah-tanah merangkul dan menghimpit tubuh sehingga tulang rusuk yg kanan beradu dengan tulang rusuk yg kiri.

Jika bertanya tentang benar atau tidak ada nya siksa kubur, tentu sudah yakin benar akan ada nya siksa akherat (neraka). sebab ini menyangkut rukun iman.

Kalau juga ada yg bertanya : “Mengapa kelak manusia di akherat di adili (Hisab) untuk di tentukan tempat nya di syurga atau neraka ? “

Jawaban nya bisa kita ambil contoh di dunia ini. orang yg bersalah sebelum di adili dan di putus hukuman nya, lebih dulu di periksa oleh polisi atau jaksa. di buat berita acara, kemudian di serahkan pada penuntut umum, lalu ke pengadilan. mungkin juga di lakukan penahanan, proses seperti itu sudah merupakan siksaan bagi si tertuduh.