Ketenangan Hati hanya ada di Syurga

Hidup adalah perjuangan, oleh karena itu bersusah payah dalam memperjuangkan hidup merupakan fitrah manusia. Hidup tanpa perjuangan pada hakikat nya hanyalah hidup dalam kematian. Allah jauh-jauh telah memberitahukankepada hamba-Nya : “Sesungguh nya kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah ” (Qs. Al-balad : 4).

Jadi wajar saja jika ada manusia yg mengalami ketidak tenangan hidup di dunia, karena ketenangan dan kenikmatan sesungguh nya hanya ada di syurga.

Di kisahkan bahwa sanya Ahmad ibnu hanbal pernah di tanya : “Kapan ketengan itu ? ” Jawab nya : “Jika kamu menginjakan kaki mu di syurga, maka kamu akan merasa kan ketengan !”

Tidak ada waktu istirahat sebelum di syurga. yg ada di dunia ini hanyalah gangguan, kebisingan, fitnah, peristiwa-peristiwa mengerikan, musibah, dan bencana, sakit kesedihan, kegundahan, kedukaan, dan putus asa.

Dunia di ciptakan penuh dengan ujian dan kau menginginkan nya bersih dari musibah dan ujian.

 

Rezeki adalah hal yang sangat Ajaib

At-Tanukhi dalam buku nya Al-faraj ba’dasy syiddah, menuliskan cerita yg sesuai dengan bahasan kita kali ini. Ada seseorang lelaki yg sedang bingung dan buntu pikiran nya. Seolah-olah semua pintu rezeki tertutup bagi nya. bahkan sauatu hari dia dan keluarga nya tidak makan karena tidak apa-apa di rumah nya. kata nya : “pada hari pertama saya dan keluarga saya kelaparan, pada hari kedua juga sama, tatkala matahari hampir tenggelam isteri saya berkata pada saya : “Pergilah kamu, pergi dan carilah rezeki buat kami, kami hampir mati !”. Sayapun teringat kepada seorang wanita kerabat dekat saya, saya ceritakan perihal yg sedang kami alami. wanita itu berkata : “Tapi di rumah tidak ada apa-apa selain ikan yg telah busuk ini”. Kata saya : “Berikan itu kepada kami sebab kami hampir mati kelaparan”.

Ikan itu saya bawa, dan membelah perut nya. ternayata di dalam perut ikan itu terdapat mutiara. mutiara itu saya jual seharga seribu dinar, hal itu kemudian, saya beritahukan kepada wanita kerabat saya tadi. kata dia : “Saya tidak akan mengambil apa-apa kecuali bagian saya”. setelah itu saya menjadi kaya. rumah saya lengkap dengan perabotan, kehidupan ku mulai membaik, dan jalan rezeki ku  menjadi semakin lapang. ini semua adalah kebaikan Allah, bukan karena hal lain.

Firman nya :
“Dan, apa saja nikmat yg ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datang) nya”. (Qs. An-nahl : 52)

Pengaruh Al-qur’an terhadap kaum Kafir

Al-qur’an berbicara kepada hati nurani manusia dan tidak kita ketahuai rahasia nya, kecuali Allah. Dia juga secara spontan membuat getaran pada jiwa dan menggugah akal. karena itu kaum kafir di masa Rasullulah SAW menolak dan melarang orang untuk mendengarkan nya. karena kuatir mereka tertarik kemudian beriman. lebih dari itu, mereka menganiaya siapa pun yg berani membaca Al-qur’an di tempat umum.

Firman Allah :

“Dan orang-orang kafir berkata, janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh Al-qur’an ini, dan buatlah hiruk pikuk terhadap nya supaya kamu dapat mengalahkan mereka.” (Qs. Fushilat : 26)

Itulah mu’jizat Al-qur’an yg sangat berbeda dengan kitab-kitab lain nya yg ada di muka bumi ini. jika dia sudah menyentuh hati nurani manusia (meski belum beriman), pasti akan menimbulkan pengaruh pada jiwa nya. dan mampu menarik mereka kepada keimanan.

Tidak ada paksaan dalam Islam

Masalah keyakinan dan kepercayaan, orang tidak bisa di paksa untuk menganut sesuatu. juga dalam Islam, Islam tidak memaksa orang untuk menganut agama nya. orang tidak bisa di paksa untuk menganut sesuatu. seseorang tidak bisa memaksa atau menekan hati orang lain untuk menuruti nya, misal nya : “Kau harus mencintai aku”.

Firman Allah :

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (islam). sesungguh nya telah jelas jalan yg benar dari pada jalan yang salah. karena itu barang siapa ingkar kepada Thaghut, dan beriman kepada Allah, maka sesungguh nya ia telah berpegang kepada buhul tali yg amat kuat yg tidak akan putus. dan Allah Maha  Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (Qs. Al-baqarah : 256)

Dari ayat itu di jelaskan, bahwa dalam memeluk Islam tidak ada paksaan. sebab, jalan Allah benar sudah nyata dan yg salah juga sudah nyata. Manusia tinggal memilih nya saja. memang Rasullulah pernah bernafsu agar semua orang masuk Islam, terutama keluarga dekat beliau. Rasullulah merasa sedih sekali, karena mereka menolak ajakan nya.

Firman Allah :

“Boleh jadi kamu (Muhammad) akan membinasakan diri mu karena mereka tidak beriman. Jika kami kehendaki, niscaya kami menurunkan kepada mereka mu’jizat dari langi, maka senantiasa kuduk-kuduk mereka tunduk kepada-Nya”. (Qs. Asy-syu’ara : 3-4).

Firman-Nya lagi :

“Dan jikalau Tuhan mu menghendaki, tentulah beriman semua orang yg di muka bumi seluruh nya. Apa kamu (Hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yg beriman semua nya ?” (Qs. Yunus : 99).

Anda bebas memilih untuk menjadi manusia “beriman” atau “tidak beriman”. tetapi jika anda sudah memilih “Beriman” dan menjadi seorang muslim, anda terkena ketentuan. Anda harus mematuhi segala perintah dan larangan Allah tanpa membantah sedikit pun.

Anda sudah berikan dan berjanji dengan menyebut dua kalimat syahadat. konsekuensi logis dari ikrar dan janji itu adalah ada nya paksaan dan sanksi. Kalau tidak ada paksaan dan sanksi dalam kubu sendiri, maka itu berarti kembali kepada kubu semula sebelum beriman, yaitu kubu kafir, musyrik, mulhid (atheis) atau lain nya.

Mengapa Allah memberi Rezeki kepada setiap Manusia secara Berbeda-beda ?

Setiap orang berbeda-beda, Ada yg jika di beri rezeki banyak, akan membawa nya kepada kejahatan. karena nya Allah menghentikan kran rezeki nya. ini adalah Rahmat dan kasih sayang Allah kepada nya. sebalik nya, ada yg di buka kran rezeki nya, sebab jika ia hidup melarat harta akan membawa nya kepada kejahatan. Allah memberi rezeki kepada nya, karena dengan rezeki itu ia dapat memanfa’atkan nya dan membawa nya ke Syurga.

Kedua orang tersebut di atas sama-sama beriman. karena nya tindakan Allah kepada nya lah suatu Rahmat kepada hamba-Nya yg beriman. Apapun yg di berikan oleh-Nya, kita wajib mengucap “Alhamdulillah”.

Firman Allah :

“Kami jelaskan yg demikian itu, supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yg luput dari kamu. dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yg di berikan-Nya kepada mu. dan Allah tidak menyukai setiap orang yg sombong lagi membanggakan diri” (Qs. Al-hadid : 23)

Setiap orang mukmin harus punya perasaan dan keyakinan bahwa Allah adalah pemimpin mereka baik di dunia dan di akhirat. setiap mukimin harus punya jiwa yg jauh dari gelisah, risau, putus asa, yg mendorong nya kepada perbuatan nekad.

Apa arti Hakiki dari Bertawakal ?

Orang yg beriman mempunyai hati dan organ tubuh nya yg apabila organ-organ tubuh nya lelah, maka hati nya bertawakal. Allah menghendaki dengan ciptaan nya agar seluruh organ tubuh nya bekerja sedang hati nya bertawakal kepada Allah SWT. apabila ada yg berpendapat, bahwa tawakal itu ialah berdiam diri, bertopang dagu, meninggalkan kerja dan kemudian Allah yg memberi Rezeqi, orang itu adalah pembohong tawakal.

Berbeda tawakal nya burung dengan tawakal nya manusia. burung terbang dan kembali ke sarang anak nya dengan membawa makanan, burung tidak di haruskan mengolah tanah atau bercocok tanam. burung mendapat rezeqi hanya berupa kebutuhan makanan nya saja. Lalu terbang kembali ke sarang nya.

Kepada orang yg bermacam ragam pendapat nya tentang keyakinan dan taqwa. lalu menjadikan tawakal sebagai ganti kerja, upaya dan usaha, maka kita persilahkan menghadapi hidangan makanan di hadapan nya. Apakah dengan bertawakal (menurut paham nya) makanan itu melompat sendiri masuk ke mulut nya tanpa harus mengulurkan tangan untuk mengambil nya ?

Hubungan Islam dan Kristen

Agama Islam memuliakan Nabi Isa bin Maryam dan menolak segala macam tuduhan keji yg menghina Maryam, ibu Nabi Isa.

Islam menyambut para ahlul kitab dari kaum Nasrani dengan hormat, penuh toleran, aman dan damai. kedua nya termasuk agama samawi (langit), yaitu bertemu nya ajaran dari langit kepada umat yg di bumi.

Ketika agama Islam pertama lahir, di sekitar nya terdapat dua kekuatan raksasa, kekuatan barat dengan kerajaan Romawi yg kristen dan kekuatan timur dengan kerajaan persia yg majusi kafir (penyembah dan pemuja api serta berhala).

Rasullulah lebih simpati kepada Romawi. hati nya lebih dekat kepada kristen, karena mereka Ahlul kitab ketimbang persia yg majusi.

Pernah terjadi perang dahsyat antara Romawi dan Persia. Romawi kalah. Rasullulah dan segenap umat islam sedih dan berduka cita. Kaum nasrani tetap tidak mengakui Muhammad SAW sebagai nabi dan Rasul. Tetapi Rasullulah SAW tetap sayang pada mereka, sebab mereka beriman kepada Allah. disini beda nya dengan Majusi yg menolak untuk mengakui Tuhan Allah. Fanatisme dan simpati Rasullulah SAW, semata-mata karena Allah saja. sesuai Firman-Nya :

“Alif laam miim. telah di kalahkan bangsa Romawi. di negeri terdekat, dan mereka sesudah di kalahkan itu akan menang. dalam beberapa tahun lagi. bagi Allah lah sebelum dan sesudah (mereka menang) itu bergembira lah orang-orang yg beriman. Karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yg di kehendaki-Nya. dan Dia lah yg Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.” (Qs. Ar-rum : 1-5).

Manusia Berwenang Memilih

Nabi Sulaiman di beri Allah SWT suatu kerajaan yg belum pernah di berikan kepada siapa pun, baik sebelum beliau menjadi Nabi atau sesudah nya dan sampai masa mendatang. Nabi sulaiman atas kehendak-Nya bisa memaksa apa saja dan siapa saja. Beliau punya segala potensi alam. bisa menguasai angin, punya tentara dari manusia dan jin, yg siap melawan siapa saja kekuatan di dunia.

Ketika beliau mengutus ke kerajaan SABA, kepada ratu Balqies meminta agar ia masuk islam, beliau tidak memakai kekerasan. Ratu punya kekuatan perang yg hebat, tetapi ratu memilih menyerah dan masuk Islam.

Allah tidak menghendaki Ratu Balqies masuk Islam dengan paksaan. Allah menghendaki dengan kerelaan nya sendiri. Jika Allah memaksa dengan kekuatan lewat Nabi Sulaiman, gampang saja. Allah juga bisa memaksa seluruh umat manusia untuk beriman dengan paksaan dan menyelesaikan segala sengketa dengan paksaan pula. Kewenangan yg di berikan itu yg membedakan manusia dengan makhluk-makhluk lain nya.

Firman Allah :

“Jika Kami mengehendaki niscaya Kami menurunkan kepada mereka mu’jizat dari langit, maka senantiasa kuduk-kuduk mereka tunduk kepada-Nya. ” (Qs. Asy-syu’ara : 4).

Tingkatan Keimanan Seseorang

Derajat keimanan seseorang berbeda-beda, tergantung dari frekuensi ibadah nya. dari tinggi rendah volume ibadah nya.

Firman Allah :

“Sesungguh nya orang yg paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yg bertaqwa di antara kamu” (Qs. Al-hujurat : 13)

Dari ayat itu di jelaskan, bahwa ada yg mulia dan yg paling mulia. ada tingkatan nya. tentu saja, yg paling tinggi tingkatan nya adalah nabi. Nabi-nabi adalah ma’sum (Dilindungi) dari perbuatan dosa.

Orang yg mengamalkan keimanan nya ada yg mencapai drajat taqwa dan paling bertaqwa. mulia dan paling mulia. terus meningkat kadar (drajat keimanan nya, sampai setingkat dengan para nabi). puncak dari orang-orang yg beriman adalah nabi, dan para nabi yg paling tinggi adalah Muhammad Saw.

Mengukur keimanan yg benar dan kuat setelah melalui ujian Allah SWT. Keimanan kuat akan di uji berat, keimanan yg lemah di uji ringan. Besar nya pahala yg di peroleh manusia tergantung dari besar kecil nya ujian itu.

Para nabi mendapat ujian yg begitu berat. terberat adalah nabi  Muhammad.

Manusia sebagai Khalifah

Manusia sebagai khalifah di bumi adalah untuk mengerjakan tugas yg sudah di tetapkan, yaitu menjalankan sunah-sunah-Nya. Manusia tidak membuat apa yg di buat Allah, manusia hanya bisa mengembangkan saja. sebagai contoh :

Seorang petani menanami lahan, tanaman tumbuh, lalu kita tanyakan kepada petani itu : “Apakah dia yg menarik tanaman itu dari akar sehingga naiak dan menjadi besar ?” tentu jawaban nya : Tidak !. petani mencangkul tanah dan meletakan bibit, kemudian menyirami dengan air. di pelihara lahan bibit tanaman saban hari, tapi dia tidak tahu apa proses yg terjadi antara bibit itu dengan lahan. Dia hanya tahu bahwa bibit nya menjadi tanaman dan berkembang subur. sang petanai menanam itu di lahan milik Allah, dengan air milik Allah dan kekuatan serta kemampuan yg Allah berikan kepada nya.

Untuk menyadarkan manusia akan status dan kebesaran-Nya, Allah berfirman :

“Maka apakah kamu memperhatikan apa yg kamu tanam ? kamukah yg menumbuhkan ataukah kami yg menumbuhkan nya ?” (Qs. Al-waqiah : 63-64)

Manusia hanya menanam dan mengolah, yg menumbuhkan Allah. Apabila manusia yakin kalau dia yg menumbuhkan, maka coba buat bibit yg bukan bibit dari Allah. kemudia tanam di tanah yg bukan milik Allah. sirang dengan air yg bukan dari Allah. jika anda bisa melakukan itu semua, berarti anda betul-betul yg menumbuhkan nya.

Di beri nya manusia pangan secara teratur, lalu jangan mengira kalau makanan yg di makan nya itu semata-mata dari tanaman usaha nya.

Firman nya :

“Kalau kami kehendaki, pastilah kami jadikan dia kering dan hancur, maka jadilah kamu heran tercengang.”

Kita kaji tentang persoalan kehidupan. Maka kita akan sepakat mengatakan bahwa tidak ada satu makhluk pun yg dapat hidup abadi.

Sudah keputusan Allah, bahwa yg nama nya makhluk akan mati.

Firman nya :

“Kami telah menentukan kematian di antara kamu, dan kami sekali-kali tidak bisa di kalahkan” (Qs. Al-waqi’ah : 60)