Hukum Tawasul kepada Nabi dan Orang Shaleh

Terjadi musim kering yg hebat di seluruh arabia pada masa kepemimpinan khalifah Umar R.A, beliau berkata : “Ketika Rasullulah masih hidup, kita bermohon agar turun hujan lewat permohonan Rasullulah. hujan kemudian turun. sekarang kita akan mohon lewat paman beliau.”

Umar R.A meminata Abas supaya bangun dan berdo’a (Shalat Istisqo). Sayidina Abas bangun berdo’a. hujan pun turun dengan lebat nya. ini adalah tawassul lewat orang-orang yg masih hidup yg juga bisa memanfa’atkan air yg di mohon itu. Adapun Rasullulah sudah wafat. tidak lagi membutuhkan atau memanfa’atkan air. bertawasul kepada orang-orang yg sudah wafat tidak di bolehkan.

Abas R.A di utamakan oleh sayidina Umar karena beliau adalah paman Rasullulah SAW. terjadi pada masa Nabi, ketika Umar R.A akan pergi umroh ke mekah, Rasullulah berpesan : “Jangan lupakan kami dengan do’a mu hai saudara ku Umar”.

Do’a

Allah SWT menghendaki agar manusia mengucap : Ya Allah, Ya Rabbi, Ya Tuhan ku, supaya manusia memperoleh pahala. ucapan itu hendak nya lahir dari hati yg ikhlas dan dengan sukarela.

Mungkin seseorang memohon sesuatu yg menurut nya baik, tetapi menurut Allah akan mendatangkan keburukan bagi diri nya. manusia memohon kekayaan, kalau ia di beri dapat merusak diri nya, menjauhkan nya dari Allah. kekayaan yg di berikan malah di pakai untuk melanggar ketentuan-ketentuan-Nya.

Allah berkeinginan menjaga dan melindungi hamba-hamba-Nya, memberi karunia pahala akhirat dan kebahagiaan syurga.

Suatu ketika, seseorang menyesal karena gagal bepergian, ternyata gagal nya membawa hikmah. sebab jika ia tetap pergi juga, dapat membawa malapetaka, kendaraan yg di tumpangi terjadi celaka.

Firman Allah :

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik kepada mu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi mu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengatahui”. (Qs. Al-baqarah : 216)

Pada umumnya manusia melihat dunia dari lahiriah nya saja. tidak sampai kepada hakekat nya. manusia lupa akan kewajiban-kewajiban dalam menuntut hak nya (memohon dalam berdo’a).

Bagaiman kewajiban yg harus di penuhi oleh manusia dalam berdo’a dalam berdo’a, adalah sebagaimanayg di jelaskan Allah ketika paa Nabi memohon do’a kepada-Nya, dan do’a-do’a itu di kabulkan Allah.

Firman Allah :

“Bahwasanya mereka adalah orang-orang yg selalu bersegera dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan yg baik dan mereka berdo’a kepada Kami dengan harap dan cemas. dan mereka adalah orang-orang yg khusyuk kepada Kami”. (Qs. Al-anbiya : 90).

Do’a para Nabi di kabulkan Allah. karena Nabi selalu menyandang tiga sifat sebagai syarat di kabulkan do’a nya.

  1. Selalu bersegera dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan baik.

  2. Berdo’a dengan (perasaan) harap dan cemas. berharap agar do’a nya dapat terkabul dan cemas kalau do’a nya tidak di kabulkan.

  3. Selalu khusyuk, tunduk dan patuh kepada Allah.

Bagaimana jika mengerjakan Shalat tidak selalu Khusyuk ?

Jika anda mengerjakan shalat dengan khusyuk dan penuh ketenangan, Allah akan menyegerakan pahala dan ganjaran anda. tetapi jika anda tidak bisa khusyuk, anda tidak boleh meninggalkan nya sebab :

Pertama, shalat adalah wajib, amal yg fardu.

Kedua, Jika anda mengerjakan nya terus menerus tanpa meninggalkan, anda akan mendapat pahala

Anda juga harus memahami, bahwa Allah tidak menuntut pertanggung jawaban terhadap persoalan-persoalan yg kita tidak mampu melaksanakan nya.

Larangan memakai Emas dan Kain sutera bagi Pria

Sayyidina Ali Karramallahu Wajhah berkata : “Rasullulah menggenggam kain sutera di tangan kanan nya dan emas di tangan kiri nya, lalu bersabda : “Haram laki-laki dari umat ku memakai kedua-dua nya ini”.

Rasullulah melihat seorang sahabat memakai cincin emas, lalu di ambil nya, kemudian di letakan. Sabda nya :

“Salah seorang di antara kamu mengambil bara neraka dan meletakan di tangan nya sendiri (Jari-jari tangan nya)”.

Apabila karena terpaksa, misal nya untuk penyembuhan penyakit nya harus memakai kain sutera, di perbolehkan. apabila tidak karena terpaksa, ia juga masih ingin memakai kain sutera, maka benang di kain harus di campur dengan yg lain, kapas misal nya. sehingga jumlah benang sutera pada kain kurang dari 50%.

Apakah Taubat Orang yg berzina akan di terima dan di ampuni dosa nya ?

Jika terjadi dalam negara yg memberlakukan hukum Islam, untuk bisa di ampuni dosa nya, orang itu harus mengakui perbuatan nya dan di beri hukuman atas perbuatan nya itu.

Kalau terjadi dalam negara yg tidak memakai hukum islam, orang itu harus merahasiakan perbuatan nya dan bertaubat dengan sungguh-sungguh (taubatan nasuha). selalu beristighfar mohon pengampunan-Nya dan tidak lagi mengulangi perbuatan itu.

Pajak dan Zakat

Sebagaimana yg kita ketahui, bahwa pemerintah menarik pajak dari rakyat untuk kepentingan pembangunan Nasional. lalu apakah uang pajak boleh di bayar dari uang zakat ?

Dalam islam tidak ada hubungan antara pajak dan zakat. pajak adalah kewajiban tiap warga negara, sedang zakat adalah pajak peri kemanusiaan.

Sasaran utama dari pemberian zakat adalah para fakir miskin dan yatim. uang zakat adalah untuk menanggulangi kemelaratan dan kelaparan dan untuk memerangi kemiskinan. kalau sasaran utama ini sudah tercapai fan uang zakat berlebih, boleh di berikan kepada yg lain.

Pembangunan di laksanakan untuk semua golongan, kaya atau miskin. misal nya, membangun jalan atau jembatan. Semua nya di nikmati tidak hanya untuk fakir miskin, tetapi justru sebagian besar nya di nikmati oleh orang-orang kaya. karena nya untuk kepentingan-kepentingan seperti itu tidak dapat di bayar dengan uang zakat. pemerintah mencari sumber-sumber lain selain pajak untuk pembangunan nya.