Do’a

Allah SWT menghendaki agar manusia mengucap : Ya Allah, Ya Rabbi, Ya Tuhan ku, supaya manusia memperoleh pahala. ucapan itu hendak nya lahir dari hati yg ikhlas dan dengan sukarela.

Mungkin seseorang memohon sesuatu yg menurut nya baik, tetapi menurut Allah akan mendatangkan keburukan bagi diri nya. manusia memohon kekayaan, kalau ia di beri dapat merusak diri nya, menjauhkan nya dari Allah. kekayaan yg di berikan malah di pakai untuk melanggar ketentuan-ketentuan-Nya.

Allah berkeinginan menjaga dan melindungi hamba-hamba-Nya, memberi karunia pahala akhirat dan kebahagiaan syurga.

Suatu ketika, seseorang menyesal karena gagal bepergian, ternyata gagal nya membawa hikmah. sebab jika ia tetap pergi juga, dapat membawa malapetaka, kendaraan yg di tumpangi terjadi celaka.

Firman Allah :

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik kepada mu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi mu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengatahui”. (Qs. Al-baqarah : 216)

Pada umumnya manusia melihat dunia dari lahiriah nya saja. tidak sampai kepada hakekat nya. manusia lupa akan kewajiban-kewajiban dalam menuntut hak nya (memohon dalam berdo’a).

Bagaiman kewajiban yg harus di penuhi oleh manusia dalam berdo’a dalam berdo’a, adalah sebagaimanayg di jelaskan Allah ketika paa Nabi memohon do’a kepada-Nya, dan do’a-do’a itu di kabulkan Allah.

Firman Allah :

“Bahwasanya mereka adalah orang-orang yg selalu bersegera dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan yg baik dan mereka berdo’a kepada Kami dengan harap dan cemas. dan mereka adalah orang-orang yg khusyuk kepada Kami”. (Qs. Al-anbiya : 90).

Do’a para Nabi di kabulkan Allah. karena Nabi selalu menyandang tiga sifat sebagai syarat di kabulkan do’a nya.

  1. Selalu bersegera dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan baik.

  2. Berdo’a dengan (perasaan) harap dan cemas. berharap agar do’a nya dapat terkabul dan cemas kalau do’a nya tidak di kabulkan.

  3. Selalu khusyuk, tunduk dan patuh kepada Allah.

Advertisements