Tidak ada paksaan dalam Islam

Masalah keyakinan dan kepercayaan, orang tidak bisa di paksa untuk menganut sesuatu. juga dalam Islam, Islam tidak memaksa orang untuk menganut agama nya. orang tidak bisa di paksa untuk menganut sesuatu. seseorang tidak bisa memaksa atau menekan hati orang lain untuk menuruti nya, misal nya : “Kau harus mencintai aku”.

Firman Allah :

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (islam). sesungguh nya telah jelas jalan yg benar dari pada jalan yang salah. karena itu barang siapa ingkar kepada Thaghut, dan beriman kepada Allah, maka sesungguh nya ia telah berpegang kepada buhul tali yg amat kuat yg tidak akan putus. dan Allah Maha  Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (Qs. Al-baqarah : 256)

Dari ayat itu di jelaskan, bahwa dalam memeluk Islam tidak ada paksaan. sebab, jalan Allah benar sudah nyata dan yg salah juga sudah nyata. Manusia tinggal memilih nya saja. memang Rasullulah pernah bernafsu agar semua orang masuk Islam, terutama keluarga dekat beliau. Rasullulah merasa sedih sekali, karena mereka menolak ajakan nya.

Firman Allah :

“Boleh jadi kamu (Muhammad) akan membinasakan diri mu karena mereka tidak beriman. Jika kami kehendaki, niscaya kami menurunkan kepada mereka mu’jizat dari langi, maka senantiasa kuduk-kuduk mereka tunduk kepada-Nya”. (Qs. Asy-syu’ara : 3-4).

Firman-Nya lagi :

“Dan jikalau Tuhan mu menghendaki, tentulah beriman semua orang yg di muka bumi seluruh nya. Apa kamu (Hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yg beriman semua nya ?” (Qs. Yunus : 99).

Anda bebas memilih untuk menjadi manusia “beriman” atau “tidak beriman”. tetapi jika anda sudah memilih “Beriman” dan menjadi seorang muslim, anda terkena ketentuan. Anda harus mematuhi segala perintah dan larangan Allah tanpa membantah sedikit pun.

Anda sudah berikan dan berjanji dengan menyebut dua kalimat syahadat. konsekuensi logis dari ikrar dan janji itu adalah ada nya paksaan dan sanksi. Kalau tidak ada paksaan dan sanksi dalam kubu sendiri, maka itu berarti kembali kepada kubu semula sebelum beriman, yaitu kubu kafir, musyrik, mulhid (atheis) atau lain nya.

Advertisements